Rabu, 13 Maret 2013

NEW YAMAHA SCORPIO Z FI 225CC


Line-up Yamaha sebagian sudah menggunakan pengabutan bahan bakar modern atau injeksi. Yamaha menyebutnya YM-Jet Fi. Mio GT yang Februari 2013 lalu di launching merupakan produk Yamaha ke-6 yang injeksi. Urutannya Vixion, Mio J, Soul GT, Jupiter Z1, Xeon RC dan terakhir Mio GT. Nah, menunggu yang lain.

Baru Vixion yang mewakili tipe sport dipasangi injeksi, sementara sport Yamaha masih tersisa dua. Ya dua ini masih menggunakan pengabutan ‘kuno’ (karburator), misalnya  Byson dan Scorpio Z. Sementara di tipe matik masih ada Mio Fino dan di bebek Vega ZR.

Tahun ini Yamaha punya rencancana memperkenalkan sekitar 2 - 3 produk baru. Launching ini nggak jauh dari muke lu pada penyeragaman injeksi, semoga termasuk di dalamnya Scorpio Z. Hampir semua penikmat motor sport tahu, kuda besin ini awalnya  dimunculkan pada  2001 sebagai pengganti RX- King. Tetapi dari segi kapasitas di jajaran motor ‘laki’ Indonesia, ia bersaing dengan Honda Tiger. Nah tinggal kebut-kebutan tuh, siapa yang injeksi duluan, Tiger atau Scorpio? Yang duluan pasti akan dapat porsi promosi gratis dari dunia maya dan cetak.

Konversi kapasitas dirancang mendekati King 135 cc yang 2-tak dan Scorpio Z 4-tak jadi 223 cc atau bulat 225 cc. Rancangan mesin Scorpion Z pun karakternya seimbang si ‘Jambret’.  Ini motor minta putaran mesin lebih tinggi untuk mendapatkan tenaga full. Tetapi torsi lumayan duluan didapat. Karena basis mesinnya dari Yamaha XT250 untuk garuk tanah jalanan. Padahal, speksifikasinya lebih mengutamakan diameter silinder yang banyak. Silakan lihat speksifikasi mesin.

Bila suplai bensin terhadap mesin didorong injeksi, tenaga di atas akan berubah. Yang pasti  'rasa' King. Dia akan cocok dengan postur bodi dan rangka yang sport turing tetapi tidak mengorbankan kelincahan. “Lihat saja nanti apa yang akan keluar. Setiap ada model terbaru, itu melayani permintaan pasar,” singkat Eko Prabowo, Manager Marketing YIMM (Yamaha Indonesia Motor Manufacturing) saat pengenalan pasukan racing Yamaha di Pulo Gadung, Jakarta Timur.



SPEKSIFIKASI MESIN


Tipe Mesin
:
4 Langkah, 2 Valve SOHC, Berpendingin Udara
Jumlah / Posisi Silinder
:
Cylinder Tunggal / Tegak
Volume Silinder
:
223 cc
Diameter x Langkah
:
70,0 x 58,0 mm
Perbandingan Kompresi
:
9,5 : 1
Daya Maksimum
:
13,4 kW / 8000 rpm
Torsi Maksimum
:
17,5 Nm / 6500 rpm
Sistem Starter
:
Electric Starter dan Kick Starter
Sistem Pelumasan
:
Basah
Kapasitas Oli Mesin
:
Total : 1,4 Liter / Penggantian Berkala : 1,2 Liter
Sistim Bahan Bakar
:
Karburator BS30 x 1
Tipe Kopling
:
Basah, Kopling Manual, Multiplat
Tipe Transmisi
:
Return, 5 Kecepatan
Pola Pengoperasian Transmisi
:
1 - N - 2 - 3 - 4 - 5

Hasil Yang Mengejutkan Dari Marquez di Austin


Dengan gaya pukul rata atau sapu bersih di hari kedua latihan pribadi MotoGP, Marc Marquez sentil abang-abangnya. Jika Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi masih alasan setang-seting dan penghapalan sirkuit Austin, Texas, Amerika, Marquez yang membela Repsol Honda Team itu, gas dulu, baru setting. Ya sapu bersih itu. Seperti kembali dilakukannya Rabu 13 Maret 2013 pada latihan hanya dihadiri  Honda dan Yamaha ditambah Stefan Bradl dari LCR Honda MotoGP yang ujug-ujug menggeser Rossi ke posisi 5 dalam dua hari ini.

Adaptasi Marquez terhadap sirkuit termasuk cepat. Dia bisa menghapal 20 tikungan yang kebanyakan sikat kiri milik sirkuit Austin. Itu dibanding 6 kontestan yang ikut tes kali ini, dua lainnya susah dihitung karena dari tim kw 2 alias CRT.  Modelnya yang sering melawan gaya lurus (inersia) dengan bandannya di tikungan ada manfaatnya.

"Titik pengereman yang keras yang  utama saya pelajari di sirkuit ini. Jika semua titik saya bisa hapal, motor dengan mudah digerakkan bersama badan sendiri untuk balik arah. Yang paling utama lagi tiga chicane yang lincah,” kata Marquez saat berbicara istirahat makan siang di hari pertama latihan yang dilansir MotoGP.Com.

Ya iyalah. Soal setting turun-naik alias menanjak dan menurun khas sirkuit di Amerika, itu urusan mekanik. Turun kompresi, naik kompresi, setel waktu pengapian dan girboks, pembalap cukup melaporkan. Urusan gaya dan mengambil sudut-sudut sirkuit alias jalur atau racing line, itu job-nya pembalap, di situ dia dibayar. 

Nah, Marquez sebenarnya nggak tinggi-tinggi amat alias hanya 168 cm, dibanding Rossi. Lho, hubungannya apa? Ada bro, dengan bahu yang panjang tubuhnya dengan mudah mengimbangi motor pada tiga tikungan tusuk konde (chicane), tikungan yang berbalasan yang butuh gerakkan badan. Tikungan yang semestinya jadi andalan Rossi. Tetapi Marquez masih energik dengan kecepatan tubuhnya membolak-balik RC213V-nya setelah masuk area R10 sampai R16.

Marquez mencetak 2’03.853 atau meninggalkan tipis Pedrosa 0,123 detik dan agak mengasapi yang lain rada tebal, ya lihat saja di RESULT. Intinya, agresif-nya Marquez yang masih 20 tahun itu, punya keuntungan sendiri masuk ke sirkuit di mana semua tim tanpa data. Dengan gaya yang bergelantungan di RC213V dengan ‘gas pol tetap ngerem dan nggak blong’ Marquez menyintil abang-abangnya. Tetapi ingat, biasanya para senior yang sudah memiliki jam terbang tinggi, lebih teliti mempeljari set-up motor sesuai penghapalan sirkuit dan sesuai gaya mereka. Dan ini masih latihan juga kan.

Casey Stoner Pilih Balapan di V8 Supercar


Mantan pembalap MotoGP Casey Stoner akhirnya mengakhiri segala  spekulasi mengenai kariernya ke depan dengan mengumumkan melanjutkan kariernya ke balap mobil V8 Supercar.

Juara dunia dua kali MotoGP ini mengakhiri kariernya pada musim MotoGP 2012, dan Stoner telah menyatakannya sejak Mei 2012.

Pembalap berusia 27 tahun ini mengungkapkan alasannya Pensiun dari Ajang MotoGP, dan salah satu alasannya terkuat adalah insiden pembalap Italia, Marco Simoncelli pada pertandingan di Malaysia 2011 lalu.

Stoner akan bergabung dalam tim Red Bull Racing Australia pada 2013 ini. Ia berkicau di akun twitternya "Sangat senang mendapatkan kesempatan untuk balap dengan @redbillracingAU pada seri Dunlop tahun ini. Sangat menanti untuk sampai ke trek"

Rekan seperjuangannya di MotoGP, Valentino Rossi juga sempat beredar rumor akan banting setir ke balap empat roda, namun kenyataannya Valentino Rossi Resmi Kembali Ke Yamaha MotoGP untuk Musim MotoGP 2013-2014.

Stoner mengakui, dirinya telah sejak lama menyukai balap V8 Supercars. Tapi, ia tak menyangka bakal bergabung ke balap V8 Supercars usai mundur dari MotoGP. "Setelah memutuskan pensiun, saya tak pernah berpikir untuk kembali ke dunia balap. Saya hanya berdiskusi dengan manajemen V8 dan kesepakatan terjadi begitu saja," tuturnya.

Rabu, 06 Maret 2013

Valentino Rossi Siap Beraksi Kariernya Belum Habis di MotoGP


Valentino Rossi mengaku seperti terlahir kembali setelah sukses dalam tes di Sirkuit Sepang, pekan lalu dan menyatakan kariernya belum habis di ajang MotoGP.


Setelah menjalani masa suram selama dua musim tidak pernah meraih kemenangan bersama Ducati, Rossi akhirnya memutuskan untuk Kembali ke Yamaha. The Doctor mampu beradaptasi dengan cepat ketika mengendarai Motor Yamaha YZR-M1 2013.

Dari tiga hari sesi tes, Rossi tak lagi hanya memperebutkan posisi tujuh, delapan ataupun sepuluh bersama dengan sejumlah rider 'kelas menengah', tapi pembalap asal Italia itu sudah mampu menempatkan dirinya pada posisi lima besar.

Di Tes Perdana MotoGP 2013 dan kedua di Sepang, The Doctor bercokol di posisi empat. Dan di sesi hari pamungkas, pengoleksi tujuh gelar MotoGP itu menembus tiga besar dengan motor M1-nya. Rossi mengaku hasil tes membuatnya seperti terlahir kembali.

"Saya sangat lega dan bahagia dengan hasil tes pertama. Saya katakan ingin mencoba mengetahui apakah saya masih pembalap papan atas," ujar Rossi, kepada Motosprint, Sabtu (16/2/2013).

"Saya juga sempat ragu. Tapi saya sudah berada di sana dengan pembalap terbaik di dunia, yang sedang dalam karier terbaik. Saya merasa terlahir lagi. Saya tidak terlalu jauh tertinggal," tandasnya.

Selamat beraksi kembali "The Doctor" Valentino Rossi, tunjukkan aksimu di Arena balapan Ajang MotoGP 2013.

Casey Stoner Ungkap Penyebab Pensiun dari Ajang MotoGP


 Casey Stoner resmi mengumumkan bahwa di akhir musim 2012 ia akan pensiun dari dunia MotoGP. Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Australia, Sunday Telegraph, ia mengaku memang sudah kurang nyaman dengan dunia itu.

"Cedera tidak menjadi bagian dari alasanku pensiun, atau karena aku ingin melakukan hal-hal baru. Keluarga juga tidak menjadi alasannya," kata Stoner seperti dikutip Autosport.

"Kami diludahi oleh penggemar, mereka berusaha menjatuhkan kami dari kendaraan yang membawa kami dari rumah motor ke pit," kata Stoner pada Telegraph.

"Kami tidak mendapat rasa hormat dari banyak orang di sekitar olahraga ini dan saya tidak menyukai kemana hal ini mengarah. Sayangnya, mereka tidak menyukai kejujuran saya. Ini adalah bagian dari olahraga, tapi tampaknya ini akan menjadi arah olahraga ini berikutnya." tuturnya

Mantan pembalap Repsol Honda ini merasa frustrasi dengan perubahan teknis pada MotoGP yang menaikkan ukuran mesin dari 800cc menjadi 1000cc, dan mendahului hengkangnya pabrikan seperti Kawasaki dan Suzuki dari olahraga ini.

Stoner mengecam sifat olahraga tersebut menyusul kematian pembalap Marco Simoncelli pada MotoGP Malaysia di Sepang pada 2011.

Ia menambahkan, "Kami kehilangan seorang pembalap dua tahun lalu dan dalam waktu satu bulan situasinya seolah hal itu tidak pernah terjadi. Mereka ingin melihat aksi hebat, dan mereka tidak sadar bahwa hidup kami menjadi taruhannya.

"Kami menjadi boneka di dunia itu dan hal itu tidak ada hubungannya dengan balapan." tuturnya dilansir bbc.co.uk.

MotoGP 2013 Perkenalkan Sistem Penalti Poin Untuk Pembalap Agresif



Ada peraturan baru yang akan mulai diterapkan di kompetisi MotoGP musim 2013 ini yaitu Sistem Penalti Poin Untuk Pembalap yang terlampau Agresif.


Sistem Penalti Poin ini diperkenalkan dan akan diberlakukan sebagai jawaban atas kelakuan negatif para pembalap yang bisa membahayakan pembalap lain.

Gaya membalap yang sangat agresif dan membahayakan bakal mendapat penalti yang setimpal mulai musim 2013. Penalti baru yang dikenakan pada sistem poin itu akan diperkenalkan kepada ketiga kelas di kejuaraan MotoGP.

Sistem Penalti Poin Untuk Pembalap Agresif :
Poin yang diberikan antara satu hingga 10, tergantung kepada tingkatan pelanggaran yang dilakukan sang pembalap.
Jika akumulasi poin pelanggaran seorang pembalap mencapai 10, maka dia dipastikan akan absen untuk satu seri balapan.
Sementara untuk pembalap yang mencapai poin empat akan dihukum start dari grid belakang, sedangkan jika poin pelanggaran itu mencapai tujuh, maka sang pembalap akan start dari pit lane.
Apabila seorang pembalap sudah mencapai angka 10, maka poin pelanggarannya itu dimulai lagi dari nol dan dia tak punya utang pelanggaran untuk dibawa ke seri selanjutnya.

"Telah diakui ada kebutuhan untuk mengatasi masalah pembalap yang terus-menerus diperingatkan atau dihukum karena membahayakan para pembalap lain atau melakukan pelanggaran serius lainnya seperti menyerang marshall atau ofisial lain," demikian pernyataan Komisi GP di situs resmi MotoGP.

Mudah-mudahan dengan diperkenalkan dan segera diberlakukannya Sistem Penalti Poin Untuk Pembalap Agresif di musim MotoGP 2013 ini, kecelakaan yang terjadi diarena sirkuit dapat berkurang.

Profil Pebalap Marc Marquez - MotoGP.


Profil Pebalap Marc Marquez - MotoGP. Marc Marquez lahir di Spanyol 17 Februari 1993, dia mengawali debut pertamanya sebagai pembalap kelas 125cc pada tahun 2008.

Podium pertama nya dia peroleh pada saat balapan berlangsung di Donington Park, Inggris, dan sekaligus menjadi orang termuda Spanyol (15 tahun, 127 hari) untuk mendapatkan podium, mengalahkan rekor yang ditorehkan oleh Dani Pedrosa.

Pada tahun 2009 ia menjadi pembalap termuda Spanyol yang mendapat posisi pole pada Grand Prix Prancis (16 tahun dan 89 hari), dan untuk pertama kalinya menang tahun 2010 di sirkuit Mugello, Italia.

Nama           : Marc Marquez Alenta
T.Tgl lahir      : Cervera, 17 Februari 1993
Karier           :
Juara Dunia kelas 125cc di tahun 2010
Juara Dunia kelas Moto2 di tahun 2012

“Bersaing di MotoGP adalah impian saya, ada banyak pembalap terbaik di sana seperti Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi. Saya harap Rossi masih tetap bertahan di sana saat saya bergabung di kelas itu karena dia adalah salah satu rider terbaik dalam sejarah MotoGP dan saya akan senang sekali jika bisa membalap dengan dia,” tutur Marquez dikutip motogp.com.

Marquez sempat menjadi kandidat juara dunia Moto2 musim 2011. Sayang, ambisinya untuk merengkuh gelar dalam debutnya di kelas tersebut harus pupus. Ini karena absen pada seri terakhir di Valencia, menyusul gangguan pada matanya akibat kecelakaan saat latihan pada seri sebelumnya, di Sepang, Malaysia.

Marc Marquez telah menanda tangani kontrak dengan Repsol Honda Team untuk jangka waktu dua tahun kedepan bersama tim pabrikan Honda menggantikan juara dunia MotoGP dua kali Casey Stoner yang telah pensiun tahun ini sekaligus menjadi rekan setim dengan Dani Pedrosa.

Bagi kami sendiri sebagai Admin Laurencius melihat sepertinya Marc Marquez Alenta ini akan sangat diperhitungkan di ajang balapan MotoGP untuk kedepannya.